Tips & Tricks

Galeri Apik Pamerkan Karya Seni Kuno

28 Apr 2015Pabrikjamdinding.com

INILAH.COM, Jakarta-Galeri Apik Jakarta kembali menghadirkan karya seni kuno dalam event ke-43 dengan menggelar pameran seni lukis, sejumlah batik tulis kuno berusia lebih dari 80 tahun, kain tenun berusia lebih dari 50 tahun, dan kebaya antik.
Menurut Rahmat, selaku Direktur Galeri Apik, pameran kali ini dibuat dalam rangkaian peringatan Hari Kartini.
"Batik tulis itu kan dekat dengan citra wanita berkain. Bagi saya keduanya, baik lukisan maupun batik memiliki nilai seni dan budaya tinggi, karena kreativitas perancangnya yang mengagumkan, memiliki banyak arti simbol khas dan dibuat handmade," kata Rahmat kepada wartawan di Galeri Apik, Plaza Radio Dalam 3A, Jakarta Selatan.
Pameran kali ini mengangkat tema "Small Bites" karena lukisan yang dipamerkan seluruhnya berukuran kecil. Namun demikian karya yang dipamerkan tetap merupakan karya maestro lukis ternama.
Nama-nama maestro itu antara lain yakni Popo Iskandar, Nashar, Gerard Pieter Adolfs, Sunaryo, Made Wianta, Willem Gerard Hofker, Rustamadji, Arie Smit, Leo Eland, HAL Wichers, Willem Imandt, Rudolf Bonnet, Lee Man Fong dan Soedibio.
Sementara kain yang dipamerkan adalah kebaya antik, kain tenun wastra nusantara berusia 40 tahun lebih dan koleksi batik-batik tua berusia 80 tahun lebih.
"Usia batik yang dipamerkan tertua berusia 95 tahun, yaitu jenis batik tulis asli Oey Soe Tjoen dan Kopi Tutung. Jadi yang dipamerkan itu semuanya adalah kain unggulan (wastra prima)," ujar Rahmat.
Rahmat mengatakan, kain batik dan tenun dalam pameran ini juga bagian dari karya seni. Uniknya setiap batik yang dibuat hanya satu saja setiap jenisnya.
"Semuanya adalah batik tulis. Sebagian dibuat hanya satu-satu saja setiap jenisnya dan tidak dibuat dalam edisi," pungkasnya.
facebook facebook

Recent Posts